|
SEJARAH
Ikatan Koko dan Cici Jakarta (IKOCI) dirintis oleh angkatan pertama finalis Koko Cici Jakarta 2002 dan telah dikukuhkan oleh Walikotamadya Jakarta Barat saat itu. Pengukuhan IKOCI ini dilaksanakan pada tanggal 21 September 2002, bertepatan dengan penyelenggaraan Mooncake Festival. Kemudian pada tahun 2006, tepatnya pada saat Pemilihan Koko Cici Jakarta 2006, Gubernur DKI Jakarta, Bapak Sutiyoso mengangkat Koko dan Cici Jakarta ke tingkat provinsi DKI Jakarta. IKOCI telah menjadi wadah yang lebih profesional dalam menghasilkan kegiatan-kegiatan yang bertemakan sosial-budaya dan juga menghimpun generasi muda Indonesia untuk memajukan pariwisata dan kekayaan budaya Indonesia.
IKOCI adalah wujud dari minat besar generasi muda untuk menghidupkan kembali kekayaan seni dan budaya khas dari masyarakat Tionghoa, sebagai salah satu daya tarik wisata Indonesia, khususnya kota Jakarta. Berkaitan dengan visi tersebut, maka misi yang diemban oleh IKOCI adalah: • Mengembangkan apresiasi para finalis Koko dan Cici; • Memperat rasa persatuan dan kesatuan budaya di Indonesia; • Melestarikan dan mengembangkan budaya Tionghoa; • Membantu pemerintah dalam mempromosikan Jakarta sebagai Daerah Tujuan Wisata Utama; • Berpartisipasi dalam berbagai acara seni dan budaya yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pihak swasta
IKOCI setiap tahunnya mengadakan Pemilihan Koko dan Cici Jakarta sebagai duta pariwisata, budaya dan sosial. Pemilihan Koko Cici Jakarta 2009, merupakan event resmi yang telah diselenggarakan oleh pemerintah DKI Jakarta dengan Ikatan Koko Cici (IKOCI) sejak tahun 2002. Koko dan Cici terpilih akan menjadi duta pariwisata sekaligus duta kebudayaan dari budaya Tionghoa untuk dilestarikan dan dikembangkan serta untuk memberikan daya tarik pariwisata Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Sebagai duta budaya, Koko dan Cici harus menjadi contoh dan pedoman bagi masyarakat terutama generasi muda dalam menghidupkan dan melestarikan budaya Tionghoa di tengah masyarakat Indonesia. Selain itu, melalui berbagai kegiatan, Koko dan Cici mengajak masyarakat untuk mencintai kebudayaan Indonesia yang sangat kaya dan beraneka ragam keunikannya. Sedangkan sebagai duta pariwisata, Koko dan Cici terpilih akan bersama-sama pemerintah membangun dunia kepariwisataan yang unik, menarik, dan elegan, dimana pada akhirnya kota Jakarta akan memiliki daya tarik dari bidang pariwisatanya sendiri yang tidak kalah dengan kota lain bahkan dengan negara-negara lain di dunia. Pemilihan koko cici jakarta bukan diselenggarakan untuk semata-mata memperlihatkan atau menonjolkan kehebatan suatu suku budaya tertentu, tetapi bertujuan untuk menunjukkan keindahan, kekayaan, dan kebesaran kesenian budaya Tionghoa yang tidak lain adalah bagian dari kekayaan budaya Indonesia itu sendiri. Jakarta sebagai Ibu Kota Negara merupakan miniatur dari keanekaragaman budaya dan tradisi yang ada di Indonesia.
PEMILIHAN KOKO CICI JAKARTA 2009
Keanekaragaman DKI Jakarta menjadi tolok ukur nasional dalam memahami arti “Bhinneka Tunggal Ika”. Dengan terselenggaranya Pemilihan Koko Cici Jakarta 2009 yang bertemakan “Unity in Diversity – Bersatu dalam Keragaman”, diharapkan bangkitnya rasa kebersamaan dan persatuan antar daerah di seluruh Indonesia yang akan membawa ke masa kejayaan budaya Indonesia.
Diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Ibukota Jakarta bekerja sama dengan Ikatan Koko Cici, Pemilihan Koko Cici Jakarta 2009 menjadi program unggulan pariwisata Pemerintah DKI Jakarta yang tergabung dalam program Enjoy Jakarta Peserta BEBAS berasal dari mana pun juga. Dengan batasan umur antara 18 – 25 tahun, para peserta wajib memiliki kondisi fisik dan mental yang sehat dan prima. Tinggi badan minimal para calon peserta pria adalah 170 cm dan untuk wanita 160 cm. Selain itu, peserta adalah Warga Negara Indonesia yang resmi dan sah diakui oleh negara.
Program pencarian peserta dimulai sejak agustus 2009 sampai oktober 2009 di berbagai titik dengan lokasi pencarian dari seluruh Jakarta.
|